oleh

Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif PSDKU Makassar, Alergi Dengan Wartawan Dan LSM, Ada Apa Yang Terselubung.

Info Desa Sulsel ( insano.org )

Media Wartasulsel niatnya untuk melakukan silaturrahmi dan komfirmasi di Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif makassar.
Namun apa yang dialami Tim media bersama LSM untuk menemui 01 Media Kreatif makassar H. Suardi, mengalami pelecehan dari koordinator satpam Media Kreatif makassar Syamsumarlin, dengan cara tidak pantas.
Memberikan informasi kepada wartawan, jika ada rapat internal kampus bertiga dengan staf, salah seorang staf bemuka mirin datang ke pos satpam sambil memperlihatkan WA Direktur kampus sambil meninggalkan pos satpam.
Namun ternyata diketahui, jika itu akal akalan koordinator satpam untuk tidak menerima tim media masuk menemui Direktur Media Grafika makassar.
Dari awal Ketua LSM Anti Korupsi Indonesia Sulawesi Selatan Syarifuddin Sultan yang tergabung dalam tim media mengatakan.
” Ada kecurigaan, jika satpam yang hanya tamatan SMA dan tidak memiliki sertifikat security tersebut. Dimana Syamsumarlin dengan nada bahasanya, menyuruh kami mengisi buku tamu kampus, sangatlah mencurigakan.
Syamsumarlin dengan berkata, mana kartu dan Surat tugasnya, kami mau foto untuk melacak benar tidaknya anda seorang wartawan asli atau palsu.
Selain itu, Syamsumarlin meminta wartawan datang besok saja, karena rapat internal kampus bertiga dengan staf, mungkin berjalan lama hingga sore.
Namun anehnya, yang mau rapat bertiga dengan Direktur kampus Media Kreatif makassar H. Suardi, terlihat di ujung kampus mengintip ke pos dimana tim media dan LSM berada.
Syarifuddin Sultan, melihat ini sangat tidak lazim dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi negara seperti Politeknik Negeri Media Kreatif makassar, menggunakan satpam yang tidak bersertifikat seperti Syamsumarlin bersama rekannya.
Syarifuddin Sultan menambahkan, jika H. Suardi sebagai Ka. UPT Media Kreatif makassar tidak mau menerima komfirmasi dari Tim media bersama LSM.
Patut di curigai, ada apa dalam manejemen kampus seperti ini.
Sementara kampus perguruan tinggi seperti unhas makassar, sangat terbuka kepada media dan LSM.
Kami melakukan investigasi lebih mendalam, tentang segala bentuk kegiatan yang ada di kampus dan menduga adanya ketidak beresan sistem birokrasi yang sangat tertutup kepada Media untuk di Publis.

Selain itu Syarifuddin menambahkan, saya curiga, jika kampus politeknik negeri Media Kreatif makassar ini, menyimpang seribu satu macam kebusukan yang ada di dalam.

Sehingga tidak mau menerima media dan LSM untuk bersilaturrahmi, ucap Syarifuddin Sultan.
Dari beberapa proyek yang telah dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi negara seperti Politeknik Negeri Media Grafika makassar, tidak jelas penggunaan anggarannya.
Karena selama ini dilaksanakan secara terselubung, karena tidak terlihatnya papan proyek tentang pengunaan anggaran yang jelas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed