oleh

Sikap dan Prilaku Camat Pallangga, Menuai Sorotan.


Info Desa Sulsel (insani.org)


Bagi seorang publik figur alias pejabat top sebuah wilayah terkecilpun mustahil dapat terhindar tatapan mata tajam memandang, memperhatikan, bahkan menelisik sikap, perilaku, tutur-pernyataan dan tindakan seperti halnya Camat Pallangga, Taufik Akib yang kini dipusaran kontroversi masalah sepele penilaian berbagai kalangan, Tokoh dan profesi baik aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM), Jurnalis hingga masyarakat awam.
Ini kan masalah sepele dan kecil yang di lontarkan, menjadi statement seorang pejabat publik(Camat Pallangga) versus Wartawan tugas ganda pengembangan sekalian penagih, Anwar Lasilu ketika itu tidak nyambung berbeda versi masing masing tegak dan berdiri egonya tanpa solusi, ujar activis, bahkan dedengkot LSM, Syawaluddin Daeng Rala.
Menurutnya, dua kutub yang berbeda kiblat tanpa mencari kambing hitam, duduk bersanding mengkomunikasikan dengan baik, saling memahami tanpa mengeluarkan statement masing masing yang ego dan tak dewasa yang bisa menimbulkan tanggapan, bahkan reaksi berbeda, negatif-positif seperti sekarang kata Daeng Rala.
Sementara Drs.AM.Sukardi Tahir Jurnalis Senior yang juga Pemp Umum/Redaksi Mingguan Media Aktual & Oneline Medial.Com menyayangkan kejadian perdebatan langganan dan tidak langganan koran, siapa pesan- suruh dan tidak menyebut koran harian pembandingan terlebih mengatakan, “koran harian Fajar saja tidak mau langganan,” kalau betul ungkapan Pak Anwar Lasilu menirukan Camat Pallangga.
Menurutnya, tak butuh dan perlu dalih yang tak berhubungan dan panjang hingga menyebutkan media lain terlebih media Harian Fajar Group.
Masalahnya seperti ini cuma mengelak dan menghindari pembayaran koran meskipun itu tidak seberapa kalau enggan di sebut uang recehan.
Jadi, idealnya terkait pembayaran disampaikan saja Wartawan yang merangkap pengemban dan penagih,” belum ada uang, sabar menunggu dan tak lagi kembali ke awal siapa pesan dan suruh padahal sudah jalan bulan kedua,itu “solusi dan saling memahami, singkirkan ego masing masing baik Wartawan maupun sebagai pejabat publik selaku Kep.Wil.Kecamatan, ungkapnya.
Lain pula tanggapan activis LSM & Organisator Muhammadiyah, Arifin Idris, SH mengatakan, sepanjang itu Wartawan dan activis LSM mengacu, berkiblat dan menjalankan Peraturan Perundang-Undangan.
Daeng Ngiri sapaan akrab Ust, Arifin Idris, ” tidak perlu dan bimbang, maju terus pantang mundur,” kecuali ada pelanggaran dr segala sudut pandang utamanya versi hukum.
Kalau demikian lanjut Daeng Ngiri, Oknum Camat Pallangga ini yang tak berwawasan dan apatis terhadap mitra kerjanya antara Pers, Pemerintah dan Masyarakat.
Artinya, masalah langganan sebuah koran terlebih terbitan di Daerah berjuluk,” Gowa Bersejarah tanpa keinginan mengembangkan dan membesarkan di wilayahnya seperti penolakan dan keengganan membayar Camat Pallangga hingga jadi perdebatan dengan Wartawan sekalian pengantarnya, Anwar Lasilu.
Daeng Ngiri menyesalkan dua pihak yang berseteru hanya masalah,”langganan-tidak langganan dan siapa pesan dan suruh?”Tidak perlu kembali telusur kalau paham bermitra pers dan selaku pejabat publik di wilayah ungkapnya menyesalkan kecuali datang main palak dan gertak terlebih mengancam baru dimasa lahkan timpal aktivis lain, Baharuddin Sarro, S.Pd, MM.
Daeng Sarro yang mantan legislator mengatakan, semestinya masalah yang jadi melebar dalam perbincangan publik lantaran keduanya figur publik baik Wartawan maupun, bahkan terlebih Camat Pallangga kendatipun ini cuma masalah kecil yang tidak saling memahami kecuali mengedepankan ego?.
Menurutnya, carilah solusi, saling memahami sebagai mitra kerja dan berangkulan membangun bersama sama sesuai peran, tugas pokok dan fungsi(,tupoksi).
Seorang Tokoh Masyarakat, Syamsuddin Daeng Ngawing, turut menyayangkan kejadian berhadap-hadapan antar Wartawan dengan pejabat, Camat Pallangga padahal cuma soal sepele dan akhiri kemelut dan kembali berangkulan mesra, apalagi sebagai mitra kerja, tak saling mengintip-mengintai dan merasa so` suci dab bersih, ujar Daeng Ngawing yang diaamiini, DR.H.Muchtar Pemehati Sosial dan DR.M Sabir Alwy seorang Dosen Unhas Makassar.
Sementara Wartawan Media Cetak dan Oneline, Maggarisi Saiyye Daeng Nyau yang Ketua PWI Kabupaten Takakar mendengar dan mengetahui kejadian yang memalukan di publik perdebatan dan perseteruan Wartawan dan Camat Pallangga, cuma soal sepele, langganan dan tidak serta siapa pesan, dalih anak ingusan dan isu murahan, apalagi ada dan tampak koran yang turut di lihat dan disaksikan Sekretaris Camat, aku Anwar Lasilu.
Cuma memang kalau Camat Pallangga enggan merogoh kantong recehan prmbayaran koran, itu masalahnya.Bukan sedikit-banyaknya nominal harga Koran, tapi kemauan membangun kemitraan dan persahabatan via busniss usaha, jelas Ketua PWI, Maggarisi Saiyye Daeng Nyau,semoga.(Anwar/Omank)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed